Uya Kuya Tutup Warung Makan Permanen Karena Dampak PPKM

Uya Kuya merupakan satu dari sekian banyak selebriti yang menggeluti dunia bisnis sebagai ladang uang. Namun karena pandemi Covid-19, ayah dua anak ini kewalahan dalam mengelola beberapa unit usahanya.

Alhasil, salah satu bisnis andalannya yang terletak di Jakarta Selatan terpaksa ditutup secara permanen. Uya pun mengakui bahwa penyebab bisnis yang ditutupnya baru-baru ini merupakan dampak dari PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

“Bakmi Nai Nai itu terpaksa tutup. Itu ada di SCBD, Distrik 8. Untuk makanan di food court, termasuk top five penjualan. Tapi tetap saja, dengan kondisi PPKM, jadi gue terpaksa tutup permanen,” jelas Uya Kuya saat menjadi tamu podcast di kanal YouTube Ivan Gunawan, baru-baru ini.

Ditanya lebih lanjut seputar penyebab tutup, Uya Kuya pun menjelaskannya secara terbuka. Ia juga mengaku masih mempertahankan salah satu usaha kulinernya meskipun dalam kondisi yang tak ideal.

“Karena di Mal. Mal tempat orang kantor, orang enggak ada yang datang, ya susah. Akhirnya tetap buka yang steak walaupun berdarah-darah juga, nombok setiap bulan,” terang Uya Kuya.

Uya Kuya juga mengaku bahwa restoran bakmi bukanlah yang pertama tutup permanen. Ia mengatakan bahwa usaha rumah makan Korea sudah terlebih dahulu kena imbasnya.

“Dubu Jib gue, restoran Korea gue, tutup sudah lama, setengah tahun. Tapi gue buka food court kecil-kecil,” jelas Uya Kuya.

Di luar usaha kuliner, Uya Kuya juga memiliki tambak udang sendiri yang masih bisa menghasilkan. Meskipun diakui Uya bahwa baru-baru ini hasilnya tak sebesar sebelumnya.

“Terus tambak udang masih jalan. Tapi panen terakhir agak kurang, karena sebelum waktunya panen. Ukurannya engak sesuai, cepat,” Uya Kuya menyampaikan.

Pembawa acara Uya Kuya terpaksa harus menutup permanen salah satu bisnis kulinernya, Mee Nai Nai, yang berlokasi di kawasan Distrik 8 SCBD, Jakarta Selatan.

Pemilik nama lahir Surya Utama itu tidak menampik bahwa langkah yang ia ambil ini merupakan dampak dari PPKM Darurat yang kini berubah menjadi PPKM Level 3-4 Jawa dan Bali.

Suami Astrid Khairunisha itu tidak menampik bahwa ia tidak melihat keuntungan meski PPKM telah usai. Sebab, pandemi Covid-19 belum juga berakhir.

Penerapan PPKM Darurat ternyata juga memberikan dampak bagi presenter Uya Kuya. Akibat PPKM ini, Uya Kuya mengaku harus menutup secara permanen beberapa usahanya.

Hal ini diungkap Uya Kuya saat menjadi bintang tamu dalam acara podcast Pak Gun yang ditayangkan dalam kanal Youtube Ivan Gunawan.

“Jadi restoran gue yang bakmi itu terpaksa tutup, bakmi gue itu kan ada di SCBD, dia itu untuk makanan food court, dia termasuk top 5 penjualan, tapi tetep aja, dengan kondisi yang PPKM ini jadi gue terpaksa tutup permanen,” ungkap Uya Kuya seperti dikutip dalam Youtube Ivan Gunawan.

Uya Kuya mengatakan harus menutup secara permanen usahanya lantaran usaha yang didirikannya itu berada di sebuah Mall.

Saat kondisi PPKM seperti saat ini, Mall masih tidak diizinkan untuk buka, sehingga inilah yang membuat Uya Kuya kesusahan dan terpaksa harus menutup permanen beberapa usahanya.

“Karena di Mall, tempat orang kantor, karena gak ada yang dateng jadi ya susah,” jelasnya. Selain usaha bakminya yang harus tutup pemanen, usaha makanan steak Uya Kuya juga terkena imbas dampak PPKM.

Uya Kuya bahkan harus menombok beberapa kerugian karena hasil penjualan yang menurun selama pemberlakuan PPKM Darurat.

Artikel yang Direkomendasikan